Metode Statistik: February 2016 February 2016 ~ Metode Statistik

Saturday, February 6, 2016

Skala Pengukuran Data

Jenis data statistik jika ditinjau dari skalanya dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu

1.         Skala Nominal

Skala nominal yaitu skala yang hanya menunjukkan pengelompokan objek, individu-individu, peristiwa/kejadian dalam suatu populasi. Skala ini tidak begitu bermakna matematis karena hanya menunjukkan hanya dapat menunjukkan frekuensi dari masing-masing objek. Kita tidak membandingkan kualitas antara satu objek dengan objek lainnya.
Misalnya di dalam sebuah kelas terdapat 20 buah bangku, 18 buah meja, 4 buah sapu, dan 1 buah lemari. Secara skala, posisi benda-benda tersebut setara, bangku tidak lebih baik dari pada meja, sapu tidak lebih indah dari pada lemari, dan sebagainya.

2.        Skala Ordinal

Skala ordinal adalah skala yang digunakan untuk menunjukkan perbandingan sekelompok objek dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Posisi antar objek atau kategori tidak setara sehingga kita dapat mebandingkan anatara satu dengan yang lainnya lebih tinggi ,lebih baik dsb.

Contoh data dengan skala ordinal yaitu tingkat kepuasan pengunjung perpustakaan terhadap layanan perpustakaan. Skalanya dapat dibagi menjadi 4 skor yaitu :
5  : sangat puas
4  : puas
3  : cukup puas
2  : kurang puas
1  : sangat tidak puas

Dari skala tersebut dapat dilihat bahwa semakin tinggi skor yang diperoleh maka semakin baik tingkat kepuasan yang dihasilkan.

3.        Skala Interval

Skala interval memiliki semua sifat skala ordinal. Namun, skala ini mampu memperlihatkan jarak yang sama antara ukuran yang satu dengan yang lain. Seperti halnya pada contoh skala ordinal di atas, kita tidak dapat mengetahui ukuran yang pasti jarak antara puas dan sangat puas. Pada skala interval ini sudah memiliki jarak yang teratur dan dapat diukur secara matematis, namun hanya sebatas penjumlahan dan pengurangan saja.

Sebagai contoh suhu air dalam panci sebelum dipanaskan yaitu 15oC. Setelah dipanasi selama 5 menit suhunya berubah menjadi 47oC. Hal ini dapat disimpulkan bahwa suhu air meningkat 32oC setelah dipanaskan selama 5 menit.

Hal lain yang perlu diketahui dari skala interval adalah, skala ini tidak memiliki nilai nol yang mutlak. Misalnya suhu ruangan 0oC bukan berarti ruangan tersebut tidak memiliki suhu.

4.        Skala Rasio

Skala rasio memiliki semua sifat yang dimiliki oleh skala interval. Namun, skala rasio memiliki nilai nol yang mutrak (absolut).
Sebagai contoh :
Jumlah sepatu       = 5 pasang berarti terdapat sepatu sebanyak 5 pasang
Jumlah sepatu       = 0 pasang berati tidak ada sepatu

Operasi matematis pada skala rasio tidak terbatas pada penjumlahan dan pengurangan saja tetapi juga pada perkalian dan pembagian.
Misalnya
Jarak Kota A ke Kota B = 30 km
Jarak Kota A ke Kota C = 60 km
Dapat disimpulkan bahwa jika dilihat dari kota A, kota C 2 kali lebih jauh dari pada kota B.

Contoh Kasus : Nilai Ulangan Matematika Kelas X, apakah termasuk skala nominal, ordinal, interval atau rasio?
Analisa : Jika kita membuat permisalan data dilai ulangan tersebut yaitu
Siswa A           : 60
Siswa B           : 85
Siswa C           : 30
Siswa D           :  0

Data tersebut memiliki ukuran interval yang jelas misalnya “selisih nilai A dan B adalah 35 poin” atau “siswa B memiliki nilai 35 poin lebih tinggi dari pada siswa A”. Hal yang dapat kita simpulkan dari data tersebut yaitu :
Siswa B memiliki pengetahuan lebih baik di bidang matematika dari pada siswa A. Hal ini dapat dilihat dari nilai yang diperoleh.

Dari permisalan tersebut kita dapat melihat bahwa data nilai ulangan Matematika Kelas X sudah memenuhi kriteria skala interval. Namun apakah data ini mampu memenuhi syarat skala rasio. Kita lihat

1.       Jika seorang siswa memiliki nilai 0 pada ulangan matematika ini bukan berarti dia tidak memiliki nilai. Dia tetap memiliki nilai yaitu dari skala 0-100 di memiliki nilai nol. Jadi data nilai ulangan matematika tidak memiliki nol mutlak.
2.      Nilai siswa A = 60 dan nilai siswa B = 30. Tetapi kita tidak boleh menyimpulkan bahwa siswa A 2 kali lebih pintar Matematika dibanding siswa C. kita hanya dapat menyimpulkan bahwa siswa A lebih pintar matematika dibanding siswa C atau siswa A memiliki nilai matematika 30 poin lebih baik daripada siswa C.

Kesimpulan : Data nilai ulangan matematika kelas X merupakan data dengan skala interval.

Berikut Saya berikan tabel perbandingan skala data

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Pembagian Data

Data merupakan kumpulan kejadian dari sebuah fakta yang terjadi. Data masih membutuhkan proses pengolahan untuk dapat dijadikan informasi. Data dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikutsaya akan menjelaskan pembagian/pengelompokan data.

1.      Data Menurut Sumbernya

Menurut sumbernya berpatok pada sumber perolehan data tersebut, apakah data tersebut berasal dari internal atau eksternal. Data internal adalah data yang diperoleh dari dalam organisasi atau kelompok sendiri. Sebagai contoh, seorang wakil kepala sekolah bidang kemahasiswaan ingin mencari data jumlah siswa menurut kelas dan jenis kelamin, maka data tersebut dapat dipeoleh langsung dari intern sekolah itu sendiri dengan mengumpulkan data dari masing-masing wali kelas. Sementara itu data eksternal adalah data yang dipeoleh dari luar organisasi atau kelompok. Sebagai contoh, seorang pedagang mainan anak-anak ingin membuka lapak baru di sebuah kecamatan, maka dia perlu mencari data tentang jumlah penduduk menurut kelompok usia di kantor statistik setempat agar dapat memperoleh data potensi jumlah anak-anak yang menjadi target pelanggannya.

2.      Data Menurut cara memperolehnya.

Data menurut cara mempeolehnya mengacu pada bagaimana data itu dapat dipeoleh, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh suatu kelompok, organisasi, instansi, atau secara perorangan langsung pada objek yang didata. Misalnya, seorang peneliti ingin mengetahui tingkat kepuasan penumpang terhadap pelayanan Bus TransJakarta dengan mewawancarai langsung penumpang TransJakarta di halte-halte yang menjadi sampelnya. Sedangkan, data sekunder adalah data yang telah diolah oleh pihak lain dan diperoleh dalam bentuk jadi, umumnya dalam bentuk publikasi seperti buku, leaflet, dan infografis. Misalnya, seorang mahasiswa ingin mengukur tingkat ketercukupan pangan di suatu wilayah Kabupaten, maka dia akan mengumpulkan data konsumsi pangan per kapita per tahun serta data produksi pangan dalam setahun yang telah dipublikasikan oleh instansi terkait seperti Dinas Pertania atau Badan Pusat Statistik.

3.      Data Menurut Sifatnya

Data menurut sifatnya dapat dibagi menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka. Data kualitatif pada umumnya menggunakan kata sifat sebagai ukurannya, misalnya : Harga bawang putih saat ini sangat mahal, jumlah rumah tangga di Dusun ini cukup banyak, dan sebagainya. Data kualitatif dapat pula menunjukkan fenomena, misalnya : penghitungan suara hasil pilkada di tingkat kecamatan berjalan lancar, jumlah pengguna jasa KRL terus meningkat, dan sebagainya.  Sementara itu, data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Misalnya, harga bawang putih saat ini Rp 25.000 per kg, terdapat 230 rumah tangga yang tinggal di dusun ini, proses penghitungan suara hasil pilkada sudah mencapai 90 persen, dan lain-lain.

4.      Data Menurut Waktu Pengumpulannya

Data menurut waktu pengumpulannya mengacu pada saat kapan data itu dikumpulkan. Ini terbagia atas data cross section dan data time series. Data coss section adalah adalah yang dikumpulkan pada satu periode waktu tertentu. Data ini akan menggambarkan kondisi atau kejadian pada waktu yang bersangkutan. Misalnya Jumlah Mahasiswa Kampus P menurut jurusan dan jenis kelamin pada tahun ajaran 2017/2018. Sedangka data time series atau data berkala adalah data yang dikumpulkan secara berkala dari waktu ke waktu. Pada umumnya data ini digunakan untuk menunjukkan perkembangan suatu fenomena atau kegiatan dari waktu ke waktu. Misalnya pergerakan kurs Rupiah terhadap Dollar AS selama 4 bulan terakhir, pergerakan inflasi bulanan selama satu tahun terakhir, dan perkembangan harga bawang merah di pasar tradisional selama bulan Juni – Desember tahun 2016.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net